Ternyata Game Bisa Sebabkan Anak Berprestasi Buruk di Sekolah

Ternyata Game Bisa Sebabkan Anak Berprestasi Buruk di Sekolah

 

Makin berkembangnya teknologi, ternyata menjadi celah majunya berbagai hal terkait teknologi intenet. Misalnya, kemajuan fungsi handphone, berbagai aplikasi sosial media serta game online, serta penggunaan internet lainnya. Kamu tentunya tahu bahwa aplikasi tersebut, kini dibutuhkan hampir semua orang. Misalnya saja penggunaan game online diberbagai kesempatan.

Pengguna game online pun beragam, dari usia anak-anak hingga dewasa. Namun, paling banyak users adalah dikalangan usia sekolah, yakni TK, SD, SMP, hingga SMA. Mereka bahkan bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk bermain game online. Hal itu tentunya akan membuat prestasi belajar menurun serta menyebabkan kecanduan. Terlebih ketika anak telah mengalami kecanduan akibat sering bermain agen roulette online terbaik.

Variasi genre yang kerap menjadikan pelajar kecanduan yakni genre RPG, action, survival, strategi, battle royale, dan juga adventure. Genre tersebut akan lebih seru jika dimainkan bersama teman, apalagi ketika kamu mampu mencapai level tertinggi. Terlebih saat ini banyak pelajar yang kerap menonton streaming youtuber gaming hingga lupa waktu.

Game Online Menjadi Penyebab Prestasi Belajar Anak Menurun

Tak bisa dipungkiri, berkembangnya game online juga memberi dampak negatif bagi gamers yang masih bersekolah. Pasalnya, bermain game dapat membuat anak mengesampingkan kewajiban utama mereka yakni belajar. Penyebab menurunnya prestasi anak akibat gaming, bisa disebabkan hal di bawah ini.

1. Game online dapat menyebabkan kecanduan
Meski seharusnya game dijadikan media hiburan ataupun pengisi waktu luang, namun hal itu tak berlaku bagi mereka yang telah mengalami kecanduan. Pasalnya, mereka akan bermain game kapanpun dan dimanapun. Mereka bahkan melupakan waktu untuk belajar. Tentunya, hal itu akan menurunkan prestasinya di sekolah

2. Membuat Malas Belajar
Karena terlalu asyik bermain game, anak menjadi malas untuk melakukan aktivitas kebutuhan lainnya, seperti makan, bermain, membantu orang tua, hingga belajar. Mereka melupakan tugas dan pekerjaan rumah yang diberikan guru.

3. Menurunkan tingkat konsentrasi
Bermain game secara terus menerus, akan membuat seseorang kehilangan fokus serta kemampuan untuk berkonsentrasi. Karena otak mereka hanya tertuju di satu aktivitas yakni bermain game.

4. Mencari game yang lebih menantang
Jika anak telah kecanduan game, mereka akan mencari game baru yang lebih menantang. Karena mereka telah menguasai dan merasa bosan terhadap game lama yang sering ia mainkan. Misalnya saja game online yang menggunakan taruhan. Mereka berpikir bahwa game tersebut lebih seru serta menguntungkan. Padahal, banyak dampak yang terjadi akibat sering bermain di situs judi roulette online.

Bermain game online memang memberikan dampak buruk bagi penggunanya. Namun bukan berarti game tersebut tak memiliki manfaat. Karena nyatanya ada banyak manfaat dari bermain game. Tentu saja hal itu tergantung seberapa bijak kamu menggunakan gadget untuk memainkannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*